Alasan Sahabat Nabi Bercerai

Rumahtangga memiliki ombak dan angin serta topan nya sendiri. Setiap rumahtangga berbeda cobaan dan ujian nya, berbeda kadar kebahagiaan dan kesulitannya. Tidak ada rumahtangga yang tidak beriak atau bahkan selalu dalam keadaan tenang, namun tergantung bagaimana masing-masing individu bersikap dan menghadapi setiap prahara yang dihadirkan, begitu pula dengan para Sahabat Nabi, meskipun hidup sezaman dengan Nabi Muhammad SAW tidak serta merta membuat rumahtangga mereka menjadi baik-baik saja, mari kita simak kisah para Sahabat yang harus mengakhiri rumah tangganya.

Adalah putri Nabi Muhammad SAW,Ruqayyah dan Ummu Kultsum, sebelum Nabi menyebarluaskan Dakwah Islam, Ruqayyah dan Ummu Kultsum sudah dinikahkan dengan Utbah dan Utaibah yang merupakan anak dari Abu Lahab. Seperti yang kita ketahui, Abu Lahab menentang dakwah Rasulullah dan memerintahkan kedua anaknya untuk menceraikan dua putri Baginda Nabi. Dapat kita pahami bahwa jika Agama sudah berbeda maka hal ini dibenarkan untuk berpisah/bercerai, karena sudah tidak seagama lagi.

Ummu Habibah dan suaminya Ubaidullah juga akhirnya berpisah karena saat hijrah ke Habasyah Ubaidulllah bin Jahsy akhirnya murtad bahkan mencela Islam, rumahtangga merekapun harus berakhir karena sudah tidak se Agama.

Lalu kisah Zaid bin Haritsah yang sangat terkenal dan sangat kita ketahui kisah ini, ketika akhirnya Zaid meminta izin kepada baginda Nabi Muhammad untuk meceraikan Zainab binti Jahsy yang merupakan bangsawan kaya rasa dan terpandang, Zaid merasa sangat tidak pantas dan tidak cocok, namun baginda Nabi meminta Zaid untuk menahan istrinya, sampai kemudian ALLAH SWT yang menceraikan mereka dengan perantara ayat Al-Quran. Pernikahan Zaid menggambarkan bahkan status sosial, sifat memang menyebabkan pernikahan tidak harmonis, itulah pentingnya “sekufu”

Suatu hari sahabat nabi, Khaulah binti Hakim mengadu kepada Rasulullah tentang suaminya Aus bin Shamit yang sudah tua dan kasar. Tapi suaminya mengatakan bahwa istrinya seperti ibunya, Khaulah risau dan mengadu kepada Rasulllah hingga turunlah bagian awal surat Al-Mujadallah yang menjadi asal usul hukum zihar. Maka kekerasan, kasar atau yang sering disebut dengan KDRT bisa dijadikan alasan perceraian.

Hillal bin Umayyah yang mengadu kepada Rasullah bahwa istrinya berduaan dengan Syarik bin Sahma, ia bersumpah bahwa istrinya telah berzina. Mendengar hal itu Rasulullah memanggil sang istri, dan mengambil sumpah mereka sampai empat kali, setelah itu istrinya hamil dan melahirkan, ternyata anaknya mirip dengan Syarik bin Sahma, Rasulullah SAW pun menceraikan mereka. Inilah yang menjadi alasan perceraian karena perzinaan.

Demikianlah beberapa kisah sahabat yang rumahtangganya harus berakhir. Mereka yang hidup bersama Nabi saja juga mengalami permasalahan, apalagi dengan kita, jika dahulu bisa mendatanganio Nabi untuk meminta nasehat, maka sekarang kita bisa bertanya pada alim ulama, ustadz ataupun mereka yang lebih memiliki kapasitas di sana.

Advokat Lilis Nurmalasari, S.Sy, CPL

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts