Cara Cepat Mengurus Cerai

Tidak ada pasangan yang menikah ingin berpisah, namun ada saja godaan dan ujian serta sesuatu bahkan segala hal yang setelah dicoba dirubah, didamaikan, ditenangkan, namun akhirnya harus berakhir, maka berikut cara mengurus perceraiannya.

Sesuai dengan SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung)Nomor 1 Tahun 2022 C. Rumusah Hukum Kamar Agama nomor 1. Hukum Perkawinan point b. Dalam upaya mempertahankan suatu perkawinan dan memenuhi prinsip mempersukar perceraian maka:

  1. Perkara perceraian dengan alasan suami/istri tidak melaksanakan kewajiban nafkah lahir dan/atau batin, hanya dapat dikabulkan jika terbukti suami/istri tidak melaksanakan kewajibannya setelah minimal 12 (dua belas) bulan; atau
  2. Perkara perceraian dengan alasan perselisihan dan pertengkaran terus menerus dapat dikabulkan jika terbukti suami/istri berselisih dan bertengkar terus menerus atau telah berpisah tempat tinggal selama minimal 6 (enam) bulan.

Tidak gampang dalam mengurus cerai tentunya, karena sebaik-baiknya memang tidak bercerai, namun setiap luka yang dirasa masing-masing pribadi tidak ada yang tahu kadar sakitnya, dan sah-sah saja, jika ada yang ingin mengakhiri pernikahannya.

Adapun cara mengurus cerai adalah;

  1. Memiliki buku nikah asli (Jika hilang, maka bisa mengurus surat kehilangan dari kepolisian, lalu surat hilang tersebut dibawa ke KAU tempat pernikahan pernah dilangsungkan).
  2. Fotokopi buku nikah yang dileges oleh kantor pos.
  3. GUGATAN (Dibuat mandiri sendiri, bisa juga di PTSP Pengadilan Agama, atau melalui Posbankum Pengadilan agama, jika mau lebih simple bisa menggunakan jasa Pengacara).
  4. Saksi DUA orang (Saksi ini tahu akan kejadian dan alasan perceraian).
  5. Membayar Panjar perkara (biasanya akan ada sisanya).
  6. Menunggu Panggilan sidang paling cepat 1 (satu) minggu atau 2 (dua) minggu.
  7. Ketika hari sidang, usahakan membawa langsung 2 (dua) orang saksi dan usahkan juga Tergugatnya tidak usah datang, agar bisa langsung Putusan.
  8. Akte cerai bisa diambil setelah 21 (dua puluh satu) hari pembacaan putusan.
  9. Jika akan menikah lagi, maka pastikan sudah menjalani masa iddah selama 3 (tiga) bulan.

Demikianlah cara cepatnya, yakni Tergugatnya tidak hadir, jika Tergugat hadir, maka jadinya tidak cepat karena akan diupayakan damai terlebih dahulu.

(Advokat Lilis Nurmalasari, S.Sy, CPL)

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts