Lima Prinsip Dasar untuk Meraih Kebahagiaan Sekaligus dapat Menangani Masalah Rumah Tangga

Foto Nikah Massal Muallaf di Sokop Meranti

Dalam Rumah Tangga selalu ada pasang surut nya, bahkan beberapa pasangan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya meski masih banyak juga pasangan yang mempertahankan Rumah Tangganya dengan saling memperbaiki dan berusaha menjadi lebih baik. Nah, untuk mengurangi pertikaian yang ada, setidaknya meminimalisir kerikil-kerikil yang tajam, ada beberapa prinsip dasar yang semoga mampu menangani masalah Rumah Tangga sebelum akhirnya berujung ke Pengadilan Agama

  • Berkah Ketaatan

Kemaksiatan akan mendatangkan kesialan. Akibat buruk kemaksiatan juga menimpa di dunia sebelum di akhirat. Efek dari kemaksiatan tampak dari sesuatu yang paling dekat pada seseorang, terutama pada kendaraan dan istrinya.

Sebaliknya, Ketaatan sesungguhnya dapat mendatangkan Keberkahan. Senantiasa menjaga hubungan dengan Allah akan membuat hati semarak, hidup dan terjaga. Keberkahan tersebut menyelimuti waktu, usaha dan tenaga, membangkitkan kekuatan untuk menunaikan misi kehidupan, membuat pasangan Anda sayang kepada Anda, serta membantu Anda dalam proses mengasuh dan mendidik anak.

  • Memberilah kamu maka kamu akan menerima.

Kata Profesor Magdi Ibrahim, Pernikahan sebenarnya adalah perkongsian antara seorang pria dan seorang wanita dalam rangka membangun sebuah generasi saleh yang menyembah Tuhannya, membangun dan memakmurkan kehidupan. Dalam Islam pada dasarnya adalah titisan kasih sayang, keintiman dan altruisme (perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri) antara dua manusia.

Memberilah maka anada akan menerima. Secara sederhana, ini adalah perimbangan kebahagiaan Pernikahan. Maka dari itu, sebelum semuanya terlambat dan agar jangan sampai di kemudian hati menyesali, meratapi kondisi Pernikahan yang ada serta sebelum kejadian meredup dan mendinginnya perasaan maka anda harus menengok kembali dan memastikan ketulusan memberi serta senantiasa peduli untuk membahagiakan pasangan.

  • Jika Anda tidak mendapati apa yang Anda sukai maka sukai apa yang Anda dapati.

Jika pernikahan yang ada tidak seperti yang Anda impikan, jika tempramen dan karakter pasangan Anda ternyata tidak seperti yang Anda inginkan dan hal-hal lainnya yang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari kegundahan dan kegelisahan Anda itu, ciptakanlah minuman yang manis dan segar dari lemon yang asam. Jadikan sifat-sifat baik pasangan memenuhi seluruh ruang dalam jiwa dan bulatkan tekad untuk mengubah sifat-sifatnya yang tidak baik jika memang ada. Tanamkanlah dedikasi penuh dalam diri Anda untuk memperindah potret pucat Pernikahan yang ada. Waspadalah terhadap kemalasan, apatis dan kelalaian, karena kehidupan yang bahagia tidak akan datang sendiri menjemput kita, tapi kitalah yang harus datang menjemputnya dan memperindah warnanya.

  • Tutuplah Telinga Anda.

Kalau Anda mendengar apa pun yang dikatakan orang-orang bahwa mereka membeli ini dan itu, mereka berjalan begini dan begitu, mereka begini dan begitu, dan masih banyak lagi perkataan-perkataan lainnya yang semacam itu yang mengandung racun mematikan dan mampu menghancurkan kehidupan Rumah Tangga, kalau Anda selalu mendengar hal-hal semacam itu dan selalu membanding-bandingkan dalam segala hal, niscaya Anda akan digelayuti perasaan hampa, gundah gulana, sedih, meratapi dan menyesali. Pada akhirnya Anda justru merajut kain kafan kebahagiaan diri Anda sendiri.

  • Camkan baik-baik prinsip yang tercantum dalam ayat, “Untuk menguji kalian siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.”

Barang siapa senantiasa memberi dan mencurahkan perhatian serta kasih sayang kepada pasangan dan keluarganya tapi tidak melihat hasil apa-apa dari apa yang dia berikan dan curahkan itu, dan justru hanya mendapati sikap acuh, abai dan diuji dengan pasangan yang keras kepala maka kami katakan kepadanya, “Tetaplah jalan terus menjalankan kewajiban dan menunaikan risalah atau misi kehidupan yang telah Allah percayakan kepada Anda. Sesungguhnya beserta kesulitan pasti ada kemudahan setelahnya. Kebahagiaan yang Anda impikan selama ini akan Anda peroleh secara berlipat ganda-jika Anda sabar di akhirat kelak.”

(Kutipan dari Buku Karya Abu Al-Hamd Rabi’ dengan judul Membumikan Harapan Rumah Tangga  Islam Idaman halaman 116-118)

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts