Nasihat untuk Mempelai

Ketika menghadiri acara walimah pernikahan, hendaklah memberikan nasihat kepada kedua mempelai.

  • Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib menyampaikan pesan kepada putrinya,

“Hendaklah kamu menghindarkan diri dari kecemburuan karena sesungguhnya kecemburuan merupakan pintu menuju perceraian. Hendaklah kamu menjauhkan diri dari banyak mencela karena sesungguhnya mencela itu menumbuhkan kemarahan. Hendaklah kamu mengenakan celak karena sesungguhnya celak adalah berhias yang paling baik, dan sesungguhnya wewangian terbaik adalah air.”

  • Pesan Suami kepada Istrinya,

“Jika kamu melihatku marah maka maafkanlah aku. Dan jika aku melihatmu marah maka aku memaafkanmu. Jika tidak maka kita tidak akan dapat hidup berdampingan.”

  • Pesan Ulama kepada seorang yang menikahi putrinya.

Seseorang berkata kepada Al-Hasan, “Sesungguhnya aku memiliki seorang putri. Lalu bagaimana pandanganmu jika aku menikahinya?” Al-Hasan menjawab, “Nikahillah ia dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Apabila ia mencintainya maka akan memuliakannya, dan jika ia murka kepadanya maka tidak akan menganiayanya.”

  • Pesan seorang Ayah kepada putrinya,

“Wahai putriku, ketahuilah bahwa kebahagiaanmu sangat berhubungan dengan kebahagiaan suamimu. Karena itu, hendaklah kamu waspada terhadap konflik pertama yang sangat mungkin terjadi antara dirimu dengan suamimu. Dan konflik tersebut sangat berpotensi untuk berlanjut hingga tidak pernah berakhir. Patuhilah suamimu semampumu. Hindarilah pembicaraan-pembicaraan yang mengolok-olok dan mengejek, serta perbincangan-perbincangan yang tidak layak didengarkan. Hendaklah kamu takut dan menghindarkan diri dari kecemburuan karena cemburu merupakan pintu gerbang menuju perceraian. Hendaklah kamu takut dan menghindarkan diri dari banyak mencela karena celaan itu berpotensi melahirkan kemarahan. Jangan sekali-kali kamu membuka surat-suratnya tanpa seizinnya atau mendesaknya memberitahukan perkara yang tidak ingin diberitahukan kepadamu. Jagalah dirimu agar tidak menimbulkan perilaku yang berpotensi memicu perselisihan antara dirimu dengan suamimu. Janganlah kamu beritahukan faktor-faktor penyebab konflik itu kepada orang lain.”

  • Pesan Umamah binti Al-Harits kepada Putrinya, Ummu Iyas.

Ummu Al-Harits berkata, “Wahai putriku, sesungguhnya kamu telah melepaskan diri dari rumahmu, yang darinyalah kamu keluar dan kamu menghabiskan hidupmu di dalamnya menuju rumah suamimu yang belum kamu kenal sebelumnya dan pendamping hidup serta sahabat yang kamu belum terbiasa dengannya. Oleh karena itu, jadilah kamu sebagai pelayannya maka dia akan menghamba kepadamu. Jagalah sepuluh hal, niscaya hal itu akan menjadi simpanan berharga bagimu.

Adapun sepuluh hal tersebut adalah:

  • Pertama dan kedua, tunduklah kepada suami disertai dengan sikap menerima, mau mendengar dan patuh kepadanya.
  • Ketiga dan keempat, jagalah tempat-tempat atau bagian tubuh yang biasa menjadi fokus pandangan mata dan penciumannya. Jangan sampai matanya melihat penampilanmu yang buruk dan hidungnya mencium bau yang tidak menyenangkan.
  • Kelima dan keenam, jaga dan perhatikan waktu-waktu tidur dan makannya. Karena sesungguhnya rasa lapar yang berlebihan berpotensi menyebabkan kemarahan dan begitu juga dengan waktu tidur yang terlambat.
  • Ketujuh dan kedelapan, jagalah harta dan kehormatannya beserta keluarganya. Pangkal dari urusan harta adalah pandai membelanjakannya dan pangkal dari urusan keluarga adalah pandai mengaturnya.
  • Kesembilan dan kesepuluh, janganlah kamu melawan perintahnya dan jangan membuka rahasianya. Karena sesungguhnya jika kamu melawan perintahnya maka sama artinya kamu mengobarkan kemarahan pada dirinya. Dan jika kamu membeberkan rahasianya maka kamu tidak akan dapat menjamin pengkhianatannya. Di samping itu, janganlah memperlihatkan kebahagiaan dan kesenangan di depannya jika suamimu sedang bermuram durja, marah, dan berduka atau menunjukkan rasa sedih disaat dia bahagia.

(Dikutip dari buku Membumikan Harapan Rumah Tangga Islam Idaman karya Abu Al-Hamd Rabi’ halaman 22-24)

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts